T-REC Jadi Sorotan HKN 61, Rehabilitan RSJ Jabar Tampilkan Angklung dan Karya Seni

DSC08208.JPG (3008×2000)

KOTA BANDUNG — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sabuga, Selasa (18/11/2025), menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen Jawa Barat dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa serta mendorong pemulihan dan pemberdayaan penyintas.

T-REC: Inovasi Layanan Kesehatan Jiwa Kian Diperkuat

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyoroti penguatan layanan Tim Reaksi Cepat (T-REC), sebuah inovasi penanganan kegawatdaruratan kesehatan jiwa yang dapat diakses melalui nomor 0812-2249-9550.

 T-REC menangani laporan kegawatdaruratan seperti:

* kondisi gaduh gelisah,

* pemasungan,

* percobaan bunuh diri,

* adiksi NAPZA, judi online, game online, hingga pinjaman online.

 Sejak diluncurkan pada 2021, layanan T-REC terus mencatat peningkatan respons dan efektivitas:

* 2021: 29 laporan

* 2024: 103 laporan, dengan rata-rata response time ±1 jam

* Hingga November 2025: 89 laporan, seluruhnya berhasil ditangani 100%

Sebagai wujud kesiapsiagaan, satu unit mobil T-REC lengkap dengan personel turut disiagakan di area Sabuga selama rangkaian HKN.

RSJ07795.JPG (2299×1639)

Rehabilitan RSJ Jabar Tampil Memukau Lewat Angklung

Peringatan HKN juga menghadirkan penampilan seni yang menggugah, yakni permainan angklung dari para rehabilitan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa penyintas gangguan jiwa mampu pulih, berkarya, serta kembali produktif bila diberikan dukungan dan kesempatan.

Para tamu undangan memberikan apresiasi tinggi atas harmoni dan kekompakan para rehabilitan, sekaligus merasakan pesan kuat bahwa kesenian dapat menjadi media terapi sekaligus ruang ekspresi diri bagi penyintas.

 RSJ07962.JPG (3008×2000)

Selain pertunjukan angklung, momen penting lainnya adalah penyerahan sebuah lukisan karya Muhammad Luthfi Yasin, mahasiswa Seni Rupa sekaligus penyintas gangguan jiwa, kepada Gubernur Jawa Barat.

Lukisan tersebut merupakan simbol kreativitas, imajinasi, dan kemampuan artistik penyintas yang sering kali luput dari perhatian publik.

Penyerahan ini menjadi representasi bahwa dengan pendampingan yang tepat, penyintas dapat kembali berdaya dan berkontribusi dalam bidang seni maupun sosial.

DSC06131.JPG (4752×2672)

Arah Kebijakan, menghapus Stigma, Menguatkan Pemulihan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pemulihan penyintas gangguan jiwa bukan hanya soal penyediaan layanan kesehatan, tetapi juga menghapus stigma dan membuka ruang bagi mereka untuk kembali berfungsi.

Dengan kolaborasi antara layanan T-REC, PKK, perangkat desa, dan fasilitas kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong terwujudnya ekosistem kesehatan jiwa yang inklusif, responsif, dan humanis.

Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menghadirkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat bagi masyarakat Jawa Barat.

 

Direktur RS Jiwa Provinsi Jawa Barat

Ferry Achmad Firdaus Mansoer, MM., Sp.OG