Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Kembali Terima Mahasiswa Praktik dari STIKes Immanuel dan Poltekkes Tasikmalaya

2.JPG (3008×2000)

Bandung Barat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat kembali menerima mahasiswa praktik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Immanuel dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tasikmalaya yang berjumlah 126 mahasiswa. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menangani pasien dengan gangguan kesehatan jiwa serta memperdalam pemahaman mereka tentang pelayanan kesehatan mental.

Kepala Bagian Diklatlitbang yang mewakili acara tersebut, menyambut baik kedatangan para mahasiswa dan berharap mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata.

1.JPG (3008×2000)

"Kami selalu mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang berkualitas. Melalui praktik ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghadapi langsung kondisi pasien dengan berbagai tantangan di dunia kerja," ujarnya.

Selain itu beliau juga menyampaikan kepada seluruh siswa praktikan untuk dapat mengambil ilmu semaksimal mungkin dengan tetap mengikuti tata tertib yang berlaku demi menjaga nama baik Intitusi pendidikan dan rumah sakit.

Mahasiswa dari STIKes Immanuel dan Poltekkes Tasikmalaya akan mengikuti program praktik ini selama 2 minggu di bawah bimbingan tenaga medis dan perawat berpengalaman di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. Mereka akan mendapatkan wawasan tentang asesmen pasien, teknik terapi, serta prosedur pelayanan di rumah sakit jiwa.

3.JPG (3008×2000)

Salah satu mahasiswa peserta, menyampaikan rasa antusiasnya dalam mengikuti praktik ini. "Ini merupakan kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari tenaga kesehatan profesional dan memahami lebih dalam tentang dunia kesehatan jiwa," ujarnya.

Program penerimaan mahasiswa praktik ini merupakan bagian dari kerja sama antara RS Jiwa Provinsi Jawa Barat dengan berbagai institusi pendidikan kesehatan guna meningkatkan kompetensi calon tenaga kesehatan yang akan terjun ke dunia kerja.

Diharapkan, melalui pengalaman ini, para mahasiswa dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan di dunia kesehatan jiwa serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di masa depan.