Hari Gizi Nasional 2024

1.JPG (6000×3376)

HARI GIZI NASIONAL 2024

MP- ASI KAYA PROTEIN HEWANI CEGAH STUNTING

Kab. Bandung Barat – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2024, RS Jiwa Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Puskesmas Cisarua mengadakan penyuluhan di Desa Padaasih Kabupaten Bandung Barat Kamis (25/01/2024).

Penyuluhan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencegah stunting, terutama pada anak usia dini. Salah satu tujuan utama penyuluhan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nutrisi seimbang untuk perkembangan anak yaitu salah satunya dengan pemberian MP-ASI.

Dalam paparannya, Ahli Gizi RS Jiwa Provinsi Jawa Barat mengatakan MP-ASI adalah makanan dan cairan lainnya selain ASI. MP- ASI diberikan kepada bayi mulai usia 6 bulan. MP-ASI diberikan karena ASI saja tidak mencukupi kebutuhan anak usia lebih dari 6 bulan. MP-ASI harus tepat waktu karena pemberian MP- ASI yang terlalu dini pada bayi yang usianya kurang dari 6 bulan dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau diare. Sebaliknya, penundaan pemberian MP-ASI akan menghambat pertumbuhan bayi karena alergi dan zat-zat gizi yang dihasilkan dari ASI tidak mencukupi kebutuhan lagi sehingga akan menyebabkan kurang gizi.

2.JPG (6000×3376)

Selain itu, RS Jiwa Provinsi Jawa Barat memberikan peyuluhan tentang dampak kesehatan jiwa ibu pada gizi anak oleh dr. Francisca Nungki Triandari, Sp.KJ. Dalam paparannya beliau mengatakan bahwa jika seorang ibu mengalami stress atau depresi, hal tersebut dapat mempengaruhi perilaku anak. Anak-anak mungkin menjadi kurang berminat atau kurang mampu untuk makan dengan baik. Ibu yang mengalami masalah kesehatan jiwa mungkin kurang mampu memberikan perhatian yang cukup pada kebutuhan gizi anak-anaknya. Sehingga peran ibu sangat penting dalam pertumbuhan dan gizi anak.

3.JPG (4433×2637)

Penyuluhan cegah stunting ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam menanggulangi masalah stunting di Indonesia. Dengan memberdayakan masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan praktis, diharapkan angka stunting dapat berkurang, dan generasi mendatang dapat tumbuh dengan potensi penuh untuk mencapai masa depan yang sehat dan produktif.

4.JPG (5655×3279)