Rapat Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Tahun Anggaran 2020
Rapat Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Tahun Anggaran 2020
KAB BANDUNG BARAT - Rabu, tanggal 7 April 2021 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan dari Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Aula Utama Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dan Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat beserta jajarannya disambut langsung oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat dr. Elly Marliyani, Sp.KJ., M.KM. dan dihadiri juga oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dr. Ir Dewi Sartika, M.Si. dan Para Direktur Rumah Sakit UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
Rapat tersebut merupakan agenda rutin DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Tahun Anggaran 2020. Rapat tersebut dititik beratkan pada permasalahan-permasalahan yang perlu ditilik dalam pelaksanaan program-progam selanjutnya di sektor kesehatan di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si. memaparkan Sistematika yang memuat Kebijakan Strategis, Ketercapaian Indikator Kinerja, Tindaklanjut Rekomendasi DPRD Tahun 2019 yang memuat uraian kebijakan/program/kegiatan dan tujuan/permasalahan yang diselesaikan sebagai bentuk tindak lanjut rekomendasi DPRD, dan Penghargaan /Prestasi internasional, penghargaan dari pemerintah pusat dan penghargaan dari lembaga non pemerintah. Beliau juga menjelaskan capaian-capaian dan realisasi program strategis salah satunya yaitu Program Pelayanan Kesehatan 78,96%, Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 96,96%, dan Program Kesehatan Akibat Bencana dan Kesehatan Akibat KLB Provinsi 93,72%.
Dalam rapat kerja tersebut, setiap direktur menjelaskan capaian-capain dan program kerja yang telah dibuat. Direktur RS Jiwa Provinsi Jawa Barat dr. Hj. Elly Marliyani, Sp.KJ., M.KM. memaparkan program Pengembangan RS Jiwa, Masterplan 2019-2023, Kampung Walagri sebagai fungsi pemulihan, program penanggulangan kecanduan NAPZA dan pemanfaatan lahan pertanian sebagai salah satu sarana rehabilitasi pasien. Direktur juga menyampaikan Persentase BOR (Bed Occupancy Rate) realisasi 47% dari target 50%, Persentase Indeks Kepuasan Masyarakat realisasi 88.86% dari target 70%.
Direktur RS Paru Sidawangi juga memaparkan realisasi per kegiatan yaitu antara lain Pelayanan dan Pendukung Pelayanan RS PARU 86,93%,Pengembangan Pelayanan Rujukan Pasien RS PARU 81,64%, Peningkatan dan Penguatan Jejaring Eksternal Dalam Penanggulangan Penyakit Tb Paru di RS PARU 82,89%, Penyediaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin Provinsi Jawa Barat di RS PARU 93,39%, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di RS PARU 87,42%, Penyelenggaraan Komitekomite di RS PARU 99,43%, Penyediaan Perlengkapan Pasien 97,45%, Penyediaan Makan Minum, Akomodasi dan Rapat Luar Kantor 86,21%, Penyediaan Jasa Tenaga Kerja dan Perlengkapannya 98,12%,Penyediaan Pemeliharaan Kendaraan Dinas 71,07%, Pemeliharaan Fasilitas dan Gedung Kantor 83,36%, Penyediaan Tenaga Ahli, Kerohanian, Sarana dan Prasarana Olahraga 67,57%.
Adapun paparan dari Direktur RSUD Pameungpeuk yaitu Telah dilaksanakan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Mortuary, Mesjid, dan Pembangunan Gedung OK serta Penambahan Lahan Seluas 35147 M2.Pemenuhan Sarana Prasarana Alat Kesehatan dan Sarana Prasarana Perkantoran untuk Gedung OK dan Radiologi (HCU, VK, NICU, Perinatologi, Nifas, Ruang Talasemi, Klinik Penyakit Dalam), Mortuary, Masjid. Optimalisasi Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat baik dengan Penambahan SDM, Perbaikan Sistem Layanan dan Penambahan Layanan Baru (Hemodialisasi , ICU, PICU, NICU, Mortuary)
Walaupun demikian terdapat beberapa masalah yang dihadapi yaitu SDM minim terutama untuk Dokter Spesialis, Kunjungan dan Indikator terjadi penurunan karena adanya pembatasan pasien 20/hari, dan dari 250 Pasien Isolasi 2020-2021, 7 meninggal, dengan Ruang Isolasi 8 bed
Direktur RSUD Jampang Kulon memaparkan Persentase Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di RSUD Jampang Kulon tahun 2019 target 75,90%, realisasi 79,89%.,sedangkan untuk tahun 2020 target 76,15%, realisasi 81,04%. Itu artinya telah terjadi peningkatan realisasi di tahun 2020. Persentase BOR (Bed Occupansy Ratio) tahun 2019 target 65%, realisasi 66,73%. Sedangkan di tahun 2020 dengan target 66% dapat terealisasi 61,52%.
Acara rapat kerja ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sebelum memasuki Aula para tamu dan pegawai yang terlibat diwajibkan untuk Genose Test dan Swab Antigen terlebih dahulu. Acara berlangsung mulai pukul 10.00 sd 16.00.
RSJ PROVINSI JAWA BARAT
Direktur
dr. Elly Marliyani, Sp.KJ., MKM
















