Pesimisme dan Depresi
Pesimisme dan Depresi

Gejala utama depresi adalah perasaan tidak mampu mengendalikan kejadian hidup. Depresi sebagai “puncak pesimisme”. Orang-orang dengan depresi yang parah percaya bahwa mereka tidak berdaya. Mereka tidak melihat pentingnya berusaha melakukan apapun karena mereka tidak mengharapkan apapun akan berhasil untuk mereka. Terdapat beberapa kesamaan antara gejala depresi dan karakteristik learned helplessness (Seligman, 1990).
learned helplessness menjadi depresi total ketika seseorang yang mengalami kegagalan adalah orang yang pesimis.
Kita semua terkadang mengalami perasaan tidak berdaya Ketika kita gagal dalam suatu situasi atau Ketika tekanan di keluarga atau pekerjaan tampak sangat membebani. Bagaimanapun, seberapa kuat ketidakbahagiaan atau kemarahan yang kita rasakan, Sebagian besar orang biasanya pulih setelah periode waktu tertentu, tetapi beberapa orang tidak pulih dengan cepat dan mudah. Mereka dapat menyamaratakan kegagalan mereka dalam satu kegiatan pada area lain dalam kehidupan dan pada rasa harga diri pribadi mereka. Akibatnya, mereka menjadi tidak berdaya dan depresi dalam semua situasi serta kehilangan dorongan untuk berusaha.
Kemiripan gejala learned helplessness dan depresi
|
LEARNED HELPLESSNESS |
DEPRESI |
|
Kepasifan |
Kepasifan |
|
Kesulitan mempelajari bahwa respons menghasilkan kelegaan |
Kesulitan mempelajari bahwa respons menghasilkan kelegaan |
|
Kurangnya agresi |
Permusuhan yang salah sasaran |
|
Penurunan berat badan dan anorexia |
Kehilangan libido |
|
Penurunan norepinephrine* |
Penurunan norepinephrine |
|
Tukak dan stress |
Tukak dan stress, perasaan tidak berdaya |

















