Masalah Kesehatan Jiwa Gangguan Spektrum Autisme (GSA) Pada Anak dan Remaja
Masalah Kesehatan Jiwa Gangguan Spektrum Autisme (GSA) Pada Anak dan Remaja

Oleh : Hasrini Rowawi., dr. SpKJ(K).MHA
Gangguan spektrum autism adalah gangguan perkembangan otak dialami sejak usia dini, ditandai dengan perilaku yang tidak biasa. Salah satu gangguan kesehatan jiwa pada GSA adalah kecemasan/ansietas. Pandemi covid-19 merupakan salah satu stressor terjadinya ansietas.

Diagnosa GSA
3 kelompok gejala
1.Kekurangan kemampuan berinteraksi sosial
2.Kekurangan kemampuan komunikasi verbal dan non verbal serta bermain
3.Pola aktivitas dan minat yang terbatas, perilaku yang tidak wajar dan adanya gerakan berulang
Level keparahan
Level 1 : Membutuhkan dukungan
Level 2: Membutuhkan dukungan substansial (penuh dan terus menerus)
Level 3 : Sangat membutuhkan dukungan substantial
GSA Bisa Menyerupai :
- Disabilitas intelektual (Retardasi Mental)
- Skizofrenia
- Gangguan Perkembangan Berbahasa
- Gangguan Pendengaran
- Gangguan Kelekatan Reaktif
- Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
- Gangguan perilaku
- Gangguan Belajar
- Gangguan Emosi (depresi, cemas)

Stressor akibat pandemi covid-19
1. Work From Home
2. Ketidakpastian
3. Perubahan suasana rumah
4. Pembatasan fisik
5. Kesepian
6. Penutupan sekolah
7. Sosialisasi terbatas
8. Karantina
9. Kekerasan dalam rumah tangga
10. Cemas (Ansietas)
Ansietas pada GSA
Mengapa Ansietas penting
- Pandemi stressor terjadinya ansietas
- Sering terjadi pada GSA
- Mengganggu fungsi kehidupan (rumah, sekolah, lingkungan)
- Jika tidak ditangani bisa bertahan hingga dewasa
- Bisa disembuhkan (medikasi, terapi perilaku, terapi bicara)
Penyebab
- Perubahan rutinitas
- Perubahan lingkungan (sulit beradaptasi/ memperkirakan situasi)
- Situasi social yang tidak dikenal (Kesulitan berkomunikasi adatu interaksi social)
- Proses sensory sesnsitivitas (terlalu/ kurang sensitif)
- Kesulitan mengidentifikasi dan menjelaskan emosi
- Berusaha untuk menjadi normal/ diterima
- Kecemasan penampilannya
- Ketakutan pada objek/ situasi
- Transisi (mulai sekolah, mulai les dsb)
Gejala Cemas pada GSA
- Ketakutan tdk biasa
- Berkeringat
- Gangguan tidur
- Gangguan makan
- Serangan panik
- Hiperventilasi
- Pikiran negatif
- Tantrum
- Melukai diri sendiri
Penanganan
Non Farmakologi
- Relaksasi
- Makanan bergizi
- Terapi perilaku
- Terapi bicara / psikoterapi
Farmakologi
- Obat untuk menurunkan gejala cemas
Kesimpulan
- Pada saat pandemik perlu diperhatikan stressor yang meningkatkan kecemasan khususnya pada GSA
- Ansietas pada GSA bisa berdampak kepada gangguan fungsi kehidupannya
- Penanganan ansietas pada GSA dapat meningkatkan kualitas hidup penderita
- Psikoterapi dan medikasi merupakah pilihan terapi yang menjanjikan

















