Mencegah Post Power Syndromedi Masa Pensiun

Mencegah Post Power Syndrome di Masa Pensiun

Oleh : dr. Indah Kusuma Dewi, SpKJ

Pensiun

Pensiun adalah masa dimana seseorang berhenti bekerja karena memasuki usia atau kondisi tertentu, sehingga harus diberhentikan atau atas permintaan sendiri. Reaksi setiap orang dalam menghadapi pensiun beraneka ragam. Ada yang mempersepsikan sebagai tantangan, namun ada pula yang memandang sebagai suatu ancaman.

Pensiun sebagai Ancaman

• Tidak sedikit orang yang menjadikan pekerjaan sebagai bentuk aktualisasi diri dan tujuan hidupnya.

• Masa pensiun membuat seseorang menjadi powerless dengan status barunya.

• Perasaan kesepian akibat komunikasi yang terputus, jaringan pertemanan yang menyusut, perasaan tidak dibutuhkan, kehilangan aktivitas rutin, berkurangnya penghasilan, kehilangan jabatan, fasilitas, pujian dan penghormatan menjadikan masa pensiun sebagai suatu ancaman dan bisa menyebabkan terjadinya Post Power Syndrome

Post Power Syndrome

Sindrom pascakekuasaan adalah kondisi ketika seseorang hidup dalam bayang-bayang kekuasaan yang pernah dimilikinya dan belum bisa menerima hilangnya kekuasaan itu.

Gejala :

1. Gejala Fisik (penampilan fisik yang lebih tua, rambut didominasi uban, keriput, wajah murung, tubuh lemah, tidak bergairah dan sakit-sakitan)

2. Gejala Emosi (Perasaan mudah sedih, merasa tidak  berharga, mudah tersinggung dan tidak suka dibantah)

3. Gejala Perilaku (menarik diri dari lingkungan pergaulan, menyendiri, banyak berbicara tentang kehebatan dimasa lalu, senang menyerang pendapat orang lain, mengkritik, mencela dan sikap tidak mau kalah)

Gangguan Psikiatri Terkait Post Power Syndrome

1. Gangguan relasi dalam keluarga karena menjadikan keluarga sebagai ajang pelampiasan kekuasaan masa lalu terhadap anak buah saat memangku jabatan. Kondisi ini menyebabkan seseorang mjd lebih otoriter, dominan, sulit berkompromi, agresif ketika merasa dirinya tidak dipatuhi, demi tercapainya pengakuan akan eksistensi diri dari lingkungannya

2. Kondisi psikologis yang tegang berpengaruh pada sistem saraf otonom dan dapat menyebabkan gangguan metabolisme sehingga memunculkan gejala somatisasi yang ditandai dengan banyaknya keluhan penyakit fisik

3.Gangguan psikiatri lainnya adalah gangguan cemas, depresi, gangguan tidur, psikotik (ketidakmampuan berpikir rasional dan realistis) dan demensia

Pencegahan Post Power Syndrome

1. Mempersiapkan diri dan berpikir positif bahwa tidak ada yang abadi dalam kehidupan, pensiun adalah hal yang wajar dan merupakan proses alami

2. Hindari rasa bangga dan angkuh akan pekerjaan dan jabatan

3. Menyiapkan kesibukan baru yang positif

4. Tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, kerabat dan masyarakat)

5. Melakukan hobby positif

6. Beribadah secara tekun

7. Pola hidup sehat (menjaga pola makan, istirahat dan olahraga)

8. Bergabung dalam kelompok lansia/pensiunan

9.Terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan

10. Mencari pertolongan profesional (psikiater, psikolog) ketika terdapat perubahan perilaku dan emosi