Pencegahan COVID 19 Dengan Mencuci Tangan Menggunakan Media Stiker Pada Pasien Jiwa Remaja
Coronavirus 2 (SARSCoV-2) merupakan suatu virus baru golongan coronavirus yang menyebabkan infeksi COVID-19 dan menyebabkan pandemik di seluruh dunia. Penyebaran virus SARS-CoV-2 antar orang diperkirakan melalui percikan lendir pada saat batuk, bersin serta didapat dari permukaan benda yang sudah terkontaminasi yang kemudian secara tidak sengaja menyentuh wajah seseorang. Beberapa langkah pencegahan penyebaran Coronavirus 2 yaitu diantaranya mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menggunakan masker, serta memantau dan mengisolasi diri dari orang yang dicurigai terinfeksi virus (Nakoe et all., 2020).
Tangan merupakan organ yang sering terkontaminasi kotoran maupun mikroba sehingga dengan melalui perantara tangan mikroba akan masuk kedalam tubuh (Tere 1999). Kebersihan tangan perlu dilakukan terutama pada tempat perawatan serta tempat - tempat dimana sering terjadi penyebaran mikroorganisme melalui media tangan (Trampuz, 2004). Mencuci tangan merupakan proses melepaskan kotoran yang menempel pada tangan menggunakan deterjen yang mengandung agen antiseptik serta air yang mengalir dimulai dari ujung jari sampai siku dan lengan dengan cara tertentu sesuai dengan kebutuhan.
Mencuci tangan adalah kegiatan yang menyenangkan bisa dilakukan segera setelah tiba di tempat kerja, sebelum melakukan kontak secara langsung dengan penderita, sebelum melakukan pemeriksaan klinis dan tindakan invasif, sebelum mempersiapkan makanan dan meninggalkan rumah sakit.
Adapun mencuci tangan yang dianjurkan adalah dengan memakai sabun dengan mencuci jari jemari dengan air mengalir agar menjadi bersih dan memutuskan penyebaran kuman (Irwan, 2018).
Tahapan mencuci tangan yang benar adalah sebagai berikut :

Masa remaja awal merupakan masa menuju dewasa yaitu antara umur 12-15 tahun (Yessy, 2015). Pada masa ini pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan sehingga mempunyai kapasitas untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan secara efisien. Pada masa remaja ini terjadi reorganisasi lingkaran saraf prontal lobe yang berfungsi dalam aktivitas kognitif tingkat tinggi, seperti kemampuan merumuskan perencanaan strategis atau kemampuan mengambil keputusan (Sarwono, 2012).
Selain itu, mereka mengalami puncak emosionalitasnya dan perkembangan emosi. Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitive, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih dan murung). Remaja yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalitasnya terhambat sehingga akan mengakibatkan tingkah laku negatif misalnya agresif, lari dari kenyataan (Faturochman, 2016). Perubahan kejiwaan pada masa remaja yaitu perubahan emosi berupa kondisi sensitif atau peka misalnya mudah menangis, cemas, frustasi, dan sebaliknya bisa tertawa tanpa alasan yang jelas. Selain itu remaja mudah bereaksi bahkan agresif terhadap gangguan atau rangsangan luar yang mempengaruhinya sehingga memiliki kecenderungan tidak patuh pada orang tua, dan lebih senang pergi bersama dengan temannya daripada tinggal di rumah. Remaja juga mengalami perkembangan intelegensia yaitu cenderung mengembangkan cara berpikir abstrak, suka memberikan kritik, Cenderung ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Widyastuti et al., 2009).
Stiker merupakan media gambar menarik yang diminati oleh remaja. Stiker ini bisa menunjukan ekspresi dari suatu kondisi. Stiker juga digunakan untuk media edukasi. Stiker mencuci tangan yang ditempel disekitar wastafel sering digunakan untuk memberi edukasi untuk mencuci tangan sebelum makan. Adapun pada pasien jiwa remaja yang dirawat yang sudah tenang dengan kognisi yang baik dan dapat mengikuti perintah, latihan kepatuhan mencuci tangan dapat dilakukan dengan cara memberikan stiker mencuci tangan yang akan ditempelkan setelah mencuci tangan sebelum dan sesudah makan pagi, siang dan malam pada loogbook. Pasien diharapkan akan bersemangat dalam mencuci tangan karena ada stiker yang harus ditempelkan. namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keberhasilan penggunaan stiker ini dalam meningkatkan kepatuhan mencuci tangan sehingga dapat menghindari penyebaran COVID 19 terutama pada pasien jiwa remaja.
















