Kekerasan Emosional ( Emotional Abuse )
Kekerasan Emosional ( Emotional Abuse )

Kekerasan emosinal ( Emotional Abuse ) adalah manipulasi, penipuan atau perampasan yang dilakukan untuk melanggar integritas emosional atau psikologis (King, 2009).
- Terjadi secara halus namun sangat berbahaya atau terjadi secara terbuka dan manipulatif.
- Adanya pola yang konsisten dari kata-kata kasar dan perilaku penindasan yang menurunkan harga diri seseorang dan merusak kesehatan mentalnya membuat korban mulai meragukan persepsi dan kenyataan mereka.
- Dengan tujuan untuk mengontrol dengan mendiskreditkan, mengisolasi dan membungkam korban sehingga korban merasa terjebak, korban akan berada di siklus tersakiti untuk menahan hubungan lebih lama, tapi takut untuk pergi atau melawan.
Tanda-tanda kekerasan emosional
- Memanggil nama atau mengganti panggilanmu dengan ejekan/hinaan
- selalu membentak hampir dalam semua situasi
- Mempermalukan didepan orang lain
- Menghina penampilan dan membandingkan dengan orang lain
- Memantau dan mengawasi secara ketat
- Mengontrol dan mengisolasi
- Menghalangi hubungan kamu dengan orang lain
- Sering mengancam dan memanipulasi emosi
- Menyalahkan kamu atas apapun yang terjadi padanya
- Memojokkan kamu, membuat kamu merasa buruk dan pantas disalahkan
- Mendiamkan kamu saat kamu melakukan kesalahan
- Tidak mempedulikan perasaan kamu
Kekerasan emosional memang rumit dan membingungkan. Tidak ada bukti yang terlihat, seperti kabut abu-abu, namun membekas dan meninggalkan trauma yang mendalam. Kerap kali korban tidak sadar bahwa mereka sedang menghadapi/mengalami kekerasan emosional.
















