Mengenal dan Mewaspadai Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
Mengenal dan Mewaspadai Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
“Musim hujan, banyak nyamuk awas penyakit DBD mengintai!”, hal itu sering kita dengar, kenapa? karena Virus Dengue yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui nyamuk Aedes sp. Demam Berdarah Dengue banyak dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Mari kita ketahui bagaimana awal munculnya DBD sampai bagaimana cara efektif pencegahan DBD baik di rumah, di kantor maupun di sekolah-sekolah.
Kapan kasus DBD ditemukan?
Wabah ini pertama kali terjadi di dunia pada 1780-an, tepatnya di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang banyak ditemukan di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis, terutama Asia Tenggara, Amerika Tengah, Amerika dan Karibia. Pada 1950-an penyakit DBD mulai muncul dan menjadi wabah besar di kawasan Asia Tenggara, yakni di Filipina. Kemudian, wabah ini terus mengalami ekspansi geografis ke beberapa negara lainnya, salah satunya Indonesia.
Pada 1968, kasus DBD pertama di Indonesia dilaporkan terjadi di Jakarta dan Surabaya. Saat ini, kasus tersebar di 472 Kab/Kota di 34 Provinsi.
Nyamuk penular dengue ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat yang memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut.
Apa Itu DBD?
Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa DBD adalah suatu penyakit pada manusia yang disebabkan oleh Virus Dengue dan ditularkan oleh Nyamuk Aedes Aegepty dan spesies lain seperti Aedes.Albopictus. Ciri-ciri nyamuk yang menyebarkan virus dengue ini adalah berwarna hitam dengan belang-belang putih di tubuhnya.
Ciri Nyamuk Aedes Aegepty
- Berkembang biak pada genangan air yang jernih;
- Tidak dapat berkembang biak di selokan, got atau kolam, yang airnya langsung berhubungan dengan tanah;
- Berwarna hitam dengan belang-belang (loreng) putih pada seluruh tubuh;
- Jarak terbang setinggi 1 meter;
- Jentik selalu bergerak aktif dalam air dari bawah ke atas permukaan secara berulang-ulang;
- Tempat hinggap yang disenangi adalah benda yang tergantung, seperti pakaian, kelambu, atau tumbuh-tumbuhan di dekat tempat berkembang biaknya;
- Aktif menggigit pada pagi sampai sore hari;
- Biasanya ada di tempat yang agak gelap dan lembab.
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Banyaknya populasi nyamuk Aedes Aegepty karena banyak tempat perkembangbiakan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan sehingga banyak timbul genangan-genangan air di sekitar pemukiman seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastik, gelas bekas air mineral, lubang pohon, pelepah daun dan lain-lain.
Virus Dengue biasanya menginfeksi nyamuk Aedes betina saat menghisap darah dari seseorang yang sedang dalam fase demam akut (viraemia), yaitu 2 hari sebelum panas sampai 5 hari setelah demam timbul. Nyamuk menjadi infektif 8-12 hari (periode inkubasi ekstrinsik) sesudah mengisap darah penderita yang sedang viremia dan tetap infektif selama hidupnya.
Setelah melalui periode inkubasi ekstrinsik tersebut, kelenjar ludah nyamuk bersangkutan akan terinfeksi dan virusnya akan ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit dan mengeluarkan cairan ludahnya ke dalam luka gigitan ke tubuh orang lain. Setelah masa inkubasi di tubuh manusia selama 34 hari (rata-rata selama 4-6 hari) timbul gejala awal penyakit.
Apa Gejala Yang dirasakan oleh Penderita Penyakit DBD?
Gejala awal demam berdarah dengue antara lain: demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan, pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian. Masa inkubasi demam berdarah 3 s/d 14 hari tetapi pada umumnya 4 s/d 7 hari.
Beberapa upaya pertolongan awal terhadap penderita dapat dilakukan antara lain tirah baring (bedrest), perbanyak asupan cairan/ banyak minum sekurangnya 2 liter per hari, kompres hangat, bila demam tinggi dapat diberikan obat pereda demam (antipiretik) seperti parasetamol. Bila 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti pasien tampak makin lemas, muntah-muntah, gelisah atau timbul pendarahan spontan seperti mimisan, pendarahan gusi, pendarahan saluran cerna dan lain sebagainya diharapkan agar segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dalam rangka mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD, pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan 3M Plus adalah tindakan PLUS yang dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk demam berdarah dengan cara:
- MENGURAS tempat-tempat penampungan air;
- MENUTUP rapat semua tempat penampungan air;
- MEMANFAATKAN, mendaur ulang barang bekas;
- PLUS mencegah perkembangbiakan nyamuk:
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
- Menggunakan obat anti nyamuk
- Tidak menggantung pakaian di dalam kamar
- Memasang kawat kasa pada jendela & ventilasi
- Menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air
Jangan terlambat untuk mencegah demam berdarah, mari lakukan 3M Plus
#PKRSMengajak
#HariDemamBerdarah
















