Promosi Kesehatan di Hari Ulang Tahun PPNI Ke-47, Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa di masa Pandemi Covid-19
Hari Perawat Nasional Ke-47
17 Maret 1974 – 17 Maret 2021
“Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19, Masyarakat Sehat”
Oleh : Winda Ratna Wulan, S.Kep. Ners., M.Kep.,Sp.Kep.J
Perawat mempunyai organisasi profesi dengan nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Organisasi profesi perawat merupakan perwujudan semangat profesi keperawatan dimana seluruh pelayanan keperawatan pada intinya berfokus pada menjaga dan meningkatkan status kesehatan klien, keluarga dan masyarakat.
Ditengah pandemic covid-19 perawat merupakan garda terdepan sekaligus tembok pertahanan terakhir dalam penanganan C-19 yang berjuang secara terus menerus mengemban tugas dan amanah sebagai profesi.
Sehingga pada tanggal 17 Maret 2021 pada hari Perawat Nasional ke 47, perawat seluruh Indonesia mengadakan pengabdian masyarakat berupa Edukasi Vaksinasi Covid-19 pada masyarakat dengan mengutamakan kesehatan.
Dalam masa pandemic covid-19 perawat jiwa berkontribusi dalam penatalaksanaan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) melalui Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) yang merupakan badan kelengkapan dari PPNI. Kegiatan perawat jiwa memberikan promosi, prevensi dan pemulihan masalah kesehatan jiwa dan psikososial pada orang sehat, pelaku perjalanan, kontak erat, kasus suspek, kasus probable, kasus terkonfirmasi C-19 dan kelompok rentan.
Upaya mengatasi Covid-19 yaitu dengan promosi kesehatan dan pencegahan masalah kesehatan.
Melalui Promosi Kesehatan diharapkan terjadi peningkatan imunitas fisik dan peningkatan imunitas jiwa.
Untuk pencegahan masalah kesehatan dilakukan baik secara fisik maupun secara psikis
Peningkatan imunitas fisik dengan cara :
- Makan-makanan bergizi
- Minum cukup
- Olahraga minimal 30 menit/hari
- Berjemur di pagi hari
- Istirahat cukup
- Melakukan vaksinasi
Peningkatan imunitas jiwa bisa didapatkan dengan :
- Fisik rileks
- Emosi positif
- Pikiran positif
- Perilaku positif
- Relasi positif
- Spiritual Positif
Pencegahan Covid-19 secara fisik seperti 5M plus :
- Menggunakan masker setiap saat
- Mencuci tangan sesering mungkin
- Menjaga jarak fisik minimal 2 meter
- Mengurangi mobilisasi (tinggal di rumah saja)
- Menjauhi kerumunan / Menjaga jarak sosial minimal 2 meter
- Menerapkan etika batuk dan bersin
- Membersihkan / mendisinfeksi alat yang sering disentuh oleh tangan (contoh: HP, gagang pintu, mouse, keyboard, dll)
Pencegahan masalah kesehatan jiwa pada individu di masa covid-19 dengan memiliki sikap responsif yaitu BAAR :
- Breathe
Luangkan waktu untuk tarik nafas dalam, duduk tenang, pikirkan apa yang akan dilakukan, yang bermanfaat dan tidak berlebihan.
- Asses
Pastikan informasi yang di dapat valid dan dari sumber yang terpercaya
Hindari informasi yang salah, apabila akan berbagi informasi cek terlebih dahulu kebenarannya
- Action
Lakukan tindakan yang sesuai dengan anjuran resmi dari yang berwenang, tetap melakukan penilaian risiko dan tetap tenang
- Reflect
Refleksi dan Evaluasi apa yang sudah dilakukan, menilai situasi terkini dan mempersiapkan respon berikutnya yang akan diambil.
Pencegahan masalah kesehatan jiwa pada keluarga di masa covid-19 dengan cara :
Melakukan pertemuan keluarga dengan tujuan 5M :
- Mengetahui masalah
- Mengambil keputusan
- Merawat anggota keluarga
- Menciptakan situasi kondusif
- Menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Lakukan kegiatan bersama keluarga dalam upaya merawat anggota keluarga agar kesehatan jiwa keluarga dapat terjaga yaitu dengan 5B :
- Belajar
- Beribadah
- Bermain
- Bercakap-cakap
- Berkreasi bersama
Sedangkan pencegahan masalah kesehatan jiwa pada masyarakat yaitu dengan melakukan gotong royong seperti bergiliran memberikan makanan sehat bergizi kepada anggota masyarakat yang terkena covid-19 dan diharuskan isolasi mandiri.
Masalah-masalah kesehatan jiwa yang terjadi pada individu dalam situasi pandemi antara lain :
- Cemas
- Gangguan citra tubuh ( mengalami perubahan fungsi, bentuk, struktur tubuh misal akibat pemasangan infus atau ketidakmampuan beraktivitas)
- Harga diri rendah situasional
- Ketidak berdayaan
- Isolasi sosial
- Keputusasaan
- Distres spiritual.
Maka pada kasus masalah kesehatan jiwa pada individu tersebut perlu dilatih untuk :
- relaksasi
- distraksi
- melaksanakan kegiatan spiritual,
- latihan self talk positive
- Latihan self reinforcement,
- latihan mengendalikan situasi, pikiran dan peran yang dilakukan,
- latihan berhubungan sosial dengan lingkungan
Untuk keluarga yang berduka akibat ditinggalkan oleh keluarga akibat covid 19 :
- Dampingi keluarga untuk melawati proses berduka, mulai dari tahap mengingkari, marah, tawar menawar, depresi hingga pada fase keluarga dapat menerima.
- Selalu berikan pujian dan motivasi dan bimbingan.
- Apabila keluarga tidak bisa melewati masa berduka maka anjurkan keluarga untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan jiwa
Editor : Memy Rizkiyah, SKM
Supported by : Instalasi PKRS RSJ Provinsi Jawa Barat
















