10 Langkah Keterampilan Mengatasi Pasien Skizofrenia
10 Langkah Keterampilan Mengatasi Pasien Skizofrenia
Langkah 1
Pelajari Bentuk Penyakit Skizofrenia
Gangguan dengan perubahan perilaku yang meliputi aspek kognitif/kecerdasan/pengertian (daya ingat, ucapan, pengambilan keputusan , dan bentuk/isi pikiran); aspek persepsi/penilaian (halusinasi dan waham), aspek emosi, aspek perilaku dan gerakan, serta aspek hubungan dengan orang lain dan lingkungan (aspek sosial)
Gejala yang muncul :
A. Perubahan kognisi/kecerdasan/pengertian, meliputi :
- gangguan ingatan : pelupa, tidak berminat, kurang patuh, mudah bosan dll
- gangguan perhatian : kesulitan meyelesaikan tugas, kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan
- gangguan bentuk pikiran dan isi pikiran : kesulitan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan
- gangguan dalam pengambilan keputusan, kesulitan menjalankan aktivitas, ketidakmampuan menjalankan perintah lebih dari satu, masalah dalam pengelelolaan waktu, kesulitan mengelola keuangan.
- gangguan isi fikiran:
- waham misalnya merasa menjadi orang hebat, mempunyai kekuatan magis, merasa dikejar-kejar sesuatu, curiga dengan orang lain selain dirinya, dll
B. Perubahan persepsi/penilaian, yaitu :
- halusinasi : mendengar ada suara-suara yang membisiki atau melakukan sesuatu; membaui bangkai atau bau-bauan lainnya; merasa ada yang menyentuh atau memasuki dirinya
- ilusi : melihat atau bertemu dengan orang yang sudah meninggal, melihat sesuatu tanpa objek yang jelas
C. Perubahan emosi, yaitu : emosi yang diekspresikannya berlebihan atau kurang, sikap yang tidak sesuai seperti tertawa terbahak-bahak padahal tidak lucu, menangis tanpa sebab yang jelas, marah-marah tanpa sebab yang jelas dll
D. Perubahan perilaku atau gerakan : mematung, meniru gerakan orang lain, jalan tidak normal, mengamuk, merusak barang, memukul orang, membunuh dll
E. Perubahan hubungan sosial dan lingkungan meliputi lebih senang menyendiri, mengurung diri, tidak tertarik dengan aktivitas bersama-sama dll
Faktor pencetus
- Faktor biologis
- Faktor psikologis
- Faktor sosial budaya
Pemicu munculnya gejala
1. Masalah kesehatan misalnya kurang tidur, penyakit infeksi, keletihan, dll
2. Masalah lingkungan, misalnya rasa bermusuhan/dimusuhi lingkungan, stress dengan lingkungan tempat tinggal, kesepian, dihina oleh orang lain, tekanan pekerjaan, dll
3. Masalah sikap/perilaku misalnya kurang percaya diri, merasa gagal, ketrampilan bersosialisasi kurang, dll
Langkah 2
Bantu agar penderita menyadari atau mengakui penyakitnya
Kebanyakan penderita gangguan jiwa tidak menyadari atau mengakui adanya gangguan jiwa pada dirinya. Seorang penderita yang menyadari dan mengakui sakitnya merupakan satu langkah maju menuju kearah pemulihan.
Langkah 3
Pelajari tanda– tanda awal kambuh dan faktor pemicunya
Tanda awal yang sering muncul :
a. Terjadi gangguan tidur (tidur terus atau tidak bisa tidur)
b. Gelisah
c. Menarik diri dari pergaulan
Faktor pemicu kekambuhan
a. Berhenti minum obat
b. Kurang tidur
c. Bertengkar dengan seseorang dll
Langkah 4
Hindari situasi yang sering menimbulkan stress
Beberapa penderita tidak bisa berada dalam keramaian seperti pasar/mal, berada dimana banyak orang yang tidak dikenal, terpaksa harus berada pada tempat seperti itu, penderita perlu pergi ketempat yang tenang.
Langkah 5
Melakukan kegiatan yang menyenangkan dan membuat terlibat dalam kegiatan
Melakukan kegiatan sesuai kesenangannya akan membuat penderita lebih cepat pullih dan terhindar dari kekambuhan
Langkah 6
Melakukan latihan agar bisa santai/rileks
Kegiatan yang bisa membuat santai atau rileks adalah dzikir, yoga atau meditasi
Langkah 7
Terlibat dalam pertemuan group sesama penderita gangguan jiwa yang mulai pulih
Berbagi cara mengatasi halusinasi, berbagai ketakutan akan sangat membantu bagi penderita
Langkah 8
Melakukan kegiatan pekerjaan rumah
latihan dan dorongan untuk membersihkan kamar, membersihkan rumah, memasak, dll, akan melatih penderita gangguan jiwa untuk mulai bertanggung jawab dan mengendalikan hidupnya.
Kemampuan mengerjakan pekerjaan rumah akan meningkatkan kepercayaan dirinya untuk melakukan hal-hal yang lebih sulit
Langkah 9
Merawat binatang peliharaan
berbagai penelitian menunjukan bahwa penderita yang merawat binatang akan cepat pulih seperti kucing, karena akan melatih / merangsang emosi dan perasaan positif yang mendorong kesembuhan
Langkah 10
Melakukan kegiatan sosial sederhana
kegiatan-kegiatan amaliah atau kebajikan sederhana akan dapat mendorong mempercepat kesembuhan antara lain membersihkan musola,kegiatan pengajian, kerja bakti dll
PERAWATAN PENDERITA DI RUMAH
- Memberikan kegiatan / kesibukan dengan membuatkan jadwal sehari-hari
- Berikan tugas yang sesuai kemampuan penderita dan secara bertahap tingkatkan sesuai perkembangannya
- Menemani dan tidak membiarkan penderita sendiri dalam melakukan kegiatan, misal makan bersama, bekerja bersama, rekreasi bersama
- Minta keluarga atau teman menyapa ketika bertemu dengan penderita dan jangan mendiamkan penderita, atau jangan biarkan penderita berbicara sendiri
- Mengajak/mengikutsertakan penderita dalam kegiatan bermasyarakat seperti kerja bakti,pengajian dll
- Berikan pujian yang realistis terhadap keberhasilan penderita atau dukungan terhadap keberhasilan sosial penderita
- Hindarkan berbisik-bisik didepan penderita
- Mengontrol dan mengingatkan dengan cara yang baik dan empati untuk selalu minum obat
- Mengenali adanya tanda-tanda kekambuhan
- Kontrol suasana lingkungan yang dapat memancing terjadinya marah
- Segera kontrol jika terjadi perubahan perilaku yang menyimpang atau obat habis.
















