Pegawai RS Jiwa Provinsi Jawa Barat Ikuti Tiga Pelatihan Dasar: Bantuan Hidup Dasar, Penanganan Kebencanaan, dan Pencegahan serta Pengendalian Infeksi

WhatsApp Image 2025-09-30 at 09.09.58.jpeg (2560×1706)

Bandung Barat – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan maupun non-kesehatan, pegawai Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat mengikuti tiga pelatihan dasar, yaitu Bantuan Hidup Dasar (BHD), Penanganan Kebencanaan, serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, tanggap darurat, serta menjamin keselamatan pasien dan lingkungan kerja.

Pada sesi Bantuan Hidup Dasar, peserta dilatih melakukan tindakan awal yang tepat kepada pasien yang mengalami henti jantung maupun henti napas, termasuk teknik resusitasi jantung paru (RJP) yang menjadi keterampilan penting bagi seluruh tenaga kesehatan.

WhatsApp Image 2025-09-30 at 09.11.14.jpeg (2560×1702)

Sementara itu, pelatihan penanganan kebencanaan membekali pegawai dengan pengetahuan serta simulasi evakuasi dalam menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi, kebakaran, maupun bencana lainnya. Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya koordinasi, komunikasi, dan tindakan cepat agar mampu meminimalisir risiko korban maupun kerugian.

Adapun pada pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), pegawai mendapatkan pemahaman mendalam terkait prinsip-prinsip dasar pengendalian infeksi, termasuk penerapan kebersihan tangan, penggunaan APD (Alat Pelindung Diri), hingga tata laksana limbah medis. Hal ini sangat penting untuk menjaga mutu pelayanan sekaligus melindungi pasien dan tenaga kesehatan dari risiko infeksi.

WhatsApp Image 2025-09-30 at 09.09.18.jpeg (1600×899)

Direktur RS Jiwa Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi terhadap seluruh peserta pelatihan. “Pelatihan ini bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga bagian dari budaya kerja di rumah sakit yang mengutamakan keselamatan pasien dan kesiapsiagaan terhadap berbagai situasi. Kami berharap kompetensi ini dapat diaplikasikan langsung dalam pelayanan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan kombinasi teori dan praktik lapangan, sehingga peserta dapat menguasai keterampilan secara optimal. Dengan adanya pelatihan ini, RS Jiwa Provinsi Jawa Barat semakin memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang aman, berkualitas, dan responsif terhadap keadaan darurat.

WhatsApp Image 2025-09-30 at 09.12.45.jpeg (2560×1702)