Studi Tiru RS Jiwa Provinsi Bali Terkait Implentasi WBK/WBBM di RS Jiwa Povinsi Jawa Barat

1.JPG (6000×4000)

Bandung Barat - Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan studi tiru dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali dalam rangka mendalami konsep dan implementasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kunjungan ini berlangsung pada tanggal 13 Juni 2024 dan dihadiri oleh jajaran manajemen serta POKJA dari kedua rumah sakit.

Tujuan dari kunjungan studi tiru ini adalah untuk memahami lebih dalam mengenai penerapan WBK/WBBM di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat yang telah berhasil meraih predikat WBK/WBBM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). RS Jiwa Provinsi Jawa Barat dinilai sukses dalam menerapkan berbagai inovasi dan perubahan sistem pelayanan yang transparan dan akuntabel, sehingga menjadi rujukan bagi rumah sakit lain yang ingin mengadopsi model serupa.

8.JPG (6000×4000)

Dalam sambutannya Direktur RS Jiwa Provinsi Jawa Barat memaparkan profil Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Dimana RS Jiwa Prov. Jabar memiliki luas bangunan 7.536 M, Luas Tanah 232.890 M. Pada saat ini, RSJ Prov. Jabar memiliki kapasitas 302 Tempat Tidur. Pada bulan Agustus, kami rencananya akan menambah kapasitas tempat tidur menjadi 369 tempat tidur.

Selain itu Direktur RS Jiwa Provinsi Jawa Barat memaparkan mengenai Profil Risiko di RS Jiwa Prov. Jabar. “ Penting untuk mengetahui potensi risiko, sehingga RSJ Prov. Jabar melalui Sub Komite Manajemen Risiko membuat identifikasi risiko dari seluruh unit kerja di RSJ Prov. Jabar. Mitigasi dari Identifikasi Risiko tersebutlah yang kemudian memunculkan inovasi yang menjadi Agen Perubahan. Semua inovasi ini harus muncul dari pegawai. Direktur menyaksikan dan memfasilitasi ide-ide yang muncul. Keunggulan inovasi kami adalah setiap inovasi saling berkesinambungan”. Ujarnya

5.JPG (6000×4000)

Selama kunjungan, rombongan RS Jiwa Provinsi Bali yang dipimpin oleh dr. Ni Wayan Murdani, M.A.P. berkesempatan untuk melihat langsung berbagai inovasi yang telah diterapkan di RSJ Prov. Jabar. Mereka mengunjungi beberapa unit pelayanan unggulan, seperti Poli Keswara, IGD,

Ruang Rehab Psikososial,Rumah Palma/Ruang Perawatan pasien NAPZA, dan Sistem Pengaduan Masyarakat Online.

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi dan sesi tanya jawab dengan masing-masing POKJA. Diharapkan, kunjungan studi tiru ini akan menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat kerja sama antar rumah sakit jiwa di Indonesia serta mendorong terciptanya layanan kesehatan jiwa yang lebih baik dan bebas korupsi.

6.JPG (6000×4000)

3.JPG (6000×4000)