Penyuluhan Mengenai Halusinasi di Lingkungan RS Jiwa Provinsi Jawa Barat

Bandung Barat — RS Jiwa Provinsi Jawa Barat mengadakan penyuluhan mengenai halusinasi pada Rabu (15/5) kemarin. Acara ini dilaksanakan di ruang tunggu rawat jalan RS Jiwa Provinsi Jawa Barat.Para pesertapun sangat antusias mendapatkan informasi mengenai gejala, penyebab, dan penanganan halusinasi.
Halusinasi adalah persepsi sensorik yang terjadi tanpa adanya rangsangan eksternal yang nyata, dan dapat melibatkan penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, atau sentuhan. Penyuluhan ini berlangsung atas kerjasama TIM PKRS dan Perawat yang telah berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan mental.

Dalam sesi penyuluhan, Nita Pramesti Ningrum, Amd.,Kep menjelaskan bahwa halusinasi seringkali menjadi gejala dari berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi berat. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi medis untuk mencegah dampak yang lebih parah. "Warga perlu mengetahui bahwa halusinasi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi harus dipahami dan diatasi dengan pendekatan yang tepat," ujar Nita. "Dengan mendapatkan informasi yang benar, kita bisa membantu keluarga dan teman yang mungkin mengalami halusinasi untuk mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan."
Acara ini juga menghadirkan sesi tanya jawab, di mana peserta bisa berkonsultasi langsung dengan para ahli. Seorang keluarga pasien berbagi pengalamannya memiliki anggota keluarga yang mengalami halusinasi. "Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi kami. Saya jadi lebih paham bagaimana cara mendukung saudara saya dan mencari bantuan profesional," kata salah seorang keluarga pasien.
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan jida dan tidak ragu untuk mencari bantuan medis saat diperlukan. RS Jiwa Provinsi Jawa Barat menjadikan program ini sebagai agenda rutin guna menambah pengetahuan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan mental masyarakat.
















