Pencanangan Vaksinasi Covid 19 bagi ODGJ di RSJ Provinsi Jawa Barat

 

Hingga saat ini, ada stigma yang beredar di media social bahwa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak ada atau sulit terjangkiti penyakit Covid 19.  Hal ini harus disikapi dengan waspada, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa ODGJ memiliki risiko 7x lipat untuk terpapar infeksi Covid-19 dan kemudian menularkannya (Wang QQ 2020, Nemani, 2020). Artikel dalam Jurnal psikiatri menyitir bahwa Risiko kematian meningkat 2x kali lipat pada Orang dengan Gangguan Jiwa yang terpapar infeksi Covid-19. Penanganan yang lebih intensif dan komprehensif perlu dilakukan pada keadaan komorbid ODGJ dan Covid-19. Bukan hanya Covid-19 yg diterapi tapi juga gangguan jiwanya dan perlu dipikirkan dengan teliti interaksi obat yang diberikan(Nemani et.al, 2021)

Gangguan jiwa dapat terjadi di tengah pandemi karena stresor psikososial yang meningkat. Saat seseorang terkena gangguan jiwa imunitasnya menurun dan pola hidupnya menjadi tidak sehat. Inilah yg meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19. Berdasarkan hasil swaperiksa PDSKJI, didapatkan ada 64,8% masyarakat yang mengalami masalah psikologis di tengah pandemi, yaitu gangguan cemas, depresi, dan trauma psikologis.

Faktanya,Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat merupakan rumah sakit rujukan bagi ODGJ dengan komorbidCovid 19. Data terakhir sejak awal pandemi 2020 hingga saat ini, telah ada 79 suspek dan 37 pasien terkonfirmasi Covid 19 yang dirawat di RSJ,  bahkan trend nya mengalami peningkatan. 

Vaksinasi Covid-19 pada ODGJ merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian.

 

Dalam Arahan sekaligus pembukaan dari Penanggung Jawab Vaksinasi Covid 19 bagi ODGJ dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan Jiwa dan Napza (P2MKJN) Kementerian Kesehatan RI, Drs.RahbudiHelmi, Apt, MPH, disebutkan bahwa Pencanangan secara nasional vaksinasi bagi ODGJ pertama kali dimulai pada tanggal 1 Juni 2021 di RS Marzuki Mahdi, Kota Bogor dan diikuti dengan Kabupaten Sukabumi dan Kota Cimahi serta berlanjut di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. Hal ini merupakan tindaklanjut dari SE Menteri Kesehatan No. HK.02.01/MENKES/598/2021 tentang percepatan pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat lanjut usia, penyandang disabilitas, serta pendidik, dan tenaga pendidikan, maka orang dengan gangguan jiwa termasuk kelompok rentan yang merupakan prioritas untuk difasilitasi dan diberikan kemudahan akses dalam pemberian vaksinasi covid 19.

Dalam laporan penyelenggara, Direktur RS Jiwa Provinsi Jawa Barat, dr. Elly Marliyani, SpKJ, MKM. menyampaikan bahwa Pencanangan program Vaksinasi Covid-19 bagi pasien ODGJ di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 Juni 2021, dan diperkirakan berlangsung selama 40 hari. Selanjutnya di Klinik Utama Grha Atma yang berlokasi di Kota Bandung dilaksanakan setelah vaksinasi di RSJ Cisarua selesai

       Jumlah sasaran vaksinasi berdasarkan data pasien rawat jalan bulan April 2021.Untuk pasien RSJ Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat 1.571 orang.Yang telah teridentifikasi (NIK) sekitar 1200.Untuk pasien di Klinik Utama Grha Atma yang berloka si di Jl. LLRE Martadinata 11 Kota Bandung, jumlah seluruh pasien berkisar 2.660 orang dan baru sekitar setengahnya yang teridentifikasi NIK. Sampai saat ini proses identifikasi NIK pasien masih berlanjut.

Selain pasien yang berkunjungke RSJ, sasaran vaksinasi juga dapat mencakup ODGJ di wilayah sekitar dan pada saat ini sedang dilaksanakan pendataan oleh Dinas Kesehatan KBB. Pada hari pertama prakiraan sasaran vaksinasi sekitar 50 orang.Untuk hari selanjutnya prakiraan sasaran per hari sampai dengan sekitar 100 orang .

Saat ini stok vaksin sebanyak 200 vial difasilitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan KBB, sudah tersimpan di RSJ Cisarua untuk vaksinasi tahap pertama dan akan dipasok lagi untuk tahap selanjutnya.

Untuk ketenagaan, secara keseluruhan, Tim vaksinasi dari RSJ  terdiri dari  11 orang dokter umum dan 9 orang perawat tersertifikasi vaksinator; 5 orang perawat (petugas skrining); 2 orang tenaga registrasi dan tenaga IT serta petugas farmasi sebagai pengawas ‘cold chain’vaksin. Penugasan Tim vaksinasi secara bergiliran untuk 1 hari terdiri dari 2 orang dokter, 4 orang perawat, 2 orang IT dan petugas rekam medic dan 1 orang pengawas vaksin. Para pegawai ini juga tetap melaksanakan tugas pokok fungsinya di pelayanan rawat jalan, IGD, rawat inap maupun tugas administrative di RSJ ProvinsiJawa Barat.

Karena berbagai pertimbangan, maka alur pelaksanaan vaksinasi diintegrasikan dengan pelayanan pasien di poliklinik rawat jalan RSJ Provinsi Jawa Barat.Pada umumnya pasien BPJS control kembali pada bulan berikutnya, maka vaksinasi tahap 2 akan bervariasi setelah 28 – 30 hari pasca vaksinasi tahap 1.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,  dr. Nina Susana Dewi, SpPK (K), MKes., MMRS dalam sambutannya mendukung pelaksanaan Vaksinasi di RS JiwaProvinsi Jawa Barat baik yang berlokasi di Cisarua, KBB maupun di Grha Atma, Kota Bandung. Pelaksanaan secara intensif – kontinyu bagi sasaran dalam jumlah besar,  diharapkan dapat menambah semangat bagi kabupaten dan kota lainnya sehingga dapat mempercepat pencapaian target ‘coverage’ vaksinasi Jawa Barat. Sebagai Provinsi dengan jumlah penduduk yang banyak dan prevalensi ODGJ yang cukup tinggi, pelaksanaan vaksinasi covid 19 bagi ODGJ di Kabupaten Kota se-provinsi jawa barat akan member kontribusi yang besar bagi keberhasilan nasional.

Lebih lanjut Dr. Nina memahami bahwa penanganan bagi ODGJ dengan komorbid Covid-19 tidak lebih mudah dari pada perawatan pada pasien umum, risiko fatalitas dan risiko kematian juga tinggi.sehingga diperlukan penatalaksanaan yang lebih intensif dan komprehensif. Beliau berterimakasih kepada seluruh pihak yang bekerja keras, penuh kesabaran dan keteguhan dalam menangani pandemic ini, seraya mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi bagi ODGJ, jangan menjadikannya sebagai bahan lelucon dan olok-olok.

Mari kita sukseskan program vaksinasi covid 19 untuk meningkatkan daya tahan tubuh perorangan, keluarga, kelompok dan seluruh masyarakat agar pandemic Covid 19 segera berakhir.