Webinar Pola Asuh Yang Mendukung Kesehatan Mental Anak

Webinar Pola Asuh Yang Mendukung Kesehatan Mental Anak

 

/img>

Pada hari Rabu, 28 April 2021, RS Jiwa Provinsi Jabar mengadakan kegiatan Webinar yang mengangkat tajuk, “Pola Asuh yang Mendukung Kesehatan Mental Anak”. Webinar yang ditajukan ini berlangsung pada pukul 12.30 - 15.00 WIB, dihadiri oleh 138 dengan pemateri utama dr. Hasrini Rowawi, Sp.KJ (K), MHA. ditujukan untuk anak SD kelas 1-4 dan orang tua.

Acara dibuka oleh Dian Ratiningsih, S.Kep., Ners. selaku moderator dan dilanjutkan dengan Dongeng “Aku dan Keluargaku” yang dibawakan oleh Mochammad Awam Prakoso (Kak Awam) dari Kampung Dongeng Indonesia. “Aku dan Keluargaku” berisi pesan mengenai keterbukaan anak terhadap orang tua yang disampaikan dalam bentuk dongeng dengan harapan pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Kak Awam menyampaikan dongeng dengan ceria, bersemangat, dan interaktif.

Menurut dr. Hasrini Rowawi, Sp.KJ (K), MHA., memilih pola asuh yang baik sangat penting karena pola asuh berhubungan dengan kesuksesan, sosialisasi, konsep diri, regulasi diri, dan kesehatan mental anak. Pola asuh sendiri dapat didefinisikan sebagai proses interaksi antara orang tua dan anak yang meliputi kegiatan seperti memelihara, mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan, dengan tujuan agar anak dapat mencapai proses kedewasaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 Ada 4 jenis pola asuh yang disampaikan oleh dr. Hasrini Rowawi, Sp.KJ (K), MHA., yaitu pola asuh Otoriter (Authoritarian), Membimbing (Authoritative), Memanjakan (Permissive), dan Pembiaran (Neglecting). Pola asuh Otoriter merupakan pola asuh yang ketat, menggunakan hukuman sebagai alat mendisiplinkan anak, dan komunikasinya bersifat 1 arah. Pola asuh Membimbing berusaha menciptakan suasana rumah yang hangat namun tetap tegas, mendorong anak supaya mandiri dan bertanggung jawab, dan memberikan reward jika anak berperilaku positif. Pola asuh Memanjakan cenderung berifat lunak dalam menerapkan aturan kepada anak, berusaha untuk menghindari konfrontasi antara orang tua dan anak, serta orang tua cenderung memberikan apapun yang anak inginkan. Terakhir, pola asuh Pembiaran merupakan pola asuh di mana orang tua tidak terlibat dalam kehidupan anak, menciptakan suasana rumah yang tidak peduli/tidak hangat/cuek, kurang mengusahakan kebahagiaan dan kesejahteraan anak, sehingga anak cenderung bersikap liar dan bertindak berbahaya. Pola asuh Pembiaran berpotensi untuk menghancurkan masa depan anak.

dr. Hasrini Rowawi, Sp.KJ (K) menyimpulkan bahwa tidak ada pola asuh yang sempurna untuk seluruh orang tua, karena pada praktiknya, pola asuh bergantung pada karakter anak dan orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus mengetahui dasar-dasar pengetahuan mengenai pola asuh, guna meningkatkan perkembangan kognisi, emosi, dan sosialisasi anak.