Cegah Stunting

Apa itu stunting ?
Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek apabila dibandingkan dengan teman-teman seusianya.
Ciri-Ciri Stunting :
1. Pertumbuhan melambat
2. Pertumbuhan gigi terhambat
3. Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
4. Berat badan balita tidak naik, bahkan cenderung mengalami penurunan
5. Anak mudah terserang berbagai penyakit infeksi
6. Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya
Penyebab Stunting :
1. Kadar gizi buruk sejak masa kehamilan
2. Rendahnya berat badan bayi ketika lahir
3. Tidak mendapat ASI yang eksklusif
4. Melewatkan imunisasi
5. Kebersihan lingkungan yang buruk
Dampak Stunting ?
1. Gangguan kognitif
2. Kesulitan belajar
3. Rentan mengalami penyakit degeneratif
4. Kekebalan tubuh yang rendah
5. Performa rendah
Pencegahan Stunting
Internal
1. Pemenuhan nutrisi 1000 hari pertama
2. Susu sapi/kambing
3. Daging ayam
4. Ikan
5. Telur
6. Daging merah
Eksternal
1. Pastikan nutrisi ibu hamil tercukupi
2. Tingkatkan kualitas air dan sanitasi
3. Lakukan imunisasi secara rutin
4. Temukan pola asuh yang tepat
5. Edukasi kesehatan reproduksi dan gizi remaja
Apakah pertumbuhan anak stunting bisa kembali normal ?
Sayangnya stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa kembali seperti semula. Artinya ketika anak sudah stunting sejak masa balita, pertumbuhannya akan terus terlambat hingga dewasa.
Bagaimana solusinya
Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang optimal pada 1000 hari pertama kehidupan anak.
Penuhi asupan protein hewani
Gangguan kognitif pada stunting dapat dicegah dengan memenuhi asupan protein hewani. Protein hewani mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap yang bermanfaat mendukung pembentukan semua hormon pertumbuhan.
















