Pertemuan Penguatan Program Nasional Penanggulangan Tuberkulosis

AVvXsEiCPvwDyvVbN62qwLrM148lHJP6jp4DwweATzCnMn82OVuv90kS8m9LHos7rxNkYhJ6Q0X2Na_jKS1rEnIph8Y5Q7Z3wMjJsYe8XrncSRZ8QK0lxUU3VpFgfZtmAB-OEQWltk-W47uTV9EiQuMKjcoYpae9wZ-wfeHlA5KkC6x1w6_ycElXAuw9x9Ou=s1080 (1080×633)

Kab Bandung Barat - Kamis (11/11/2021), telah dilaksanakan pertemuan Penguatan Program Nasional yang bertempat di Aula RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang dr. Noki Irawan Saputra, Sp.KJ., dan didampingi oleh Kepala Bidang Medik drg. Tintin Farihatini, M.Sc., Ph.D.

Tuberkulosis (TB) sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia walaupun upaya penanggulangan TB telah dilaksanakan di banyak negara sejak tahun 1995.

Jumlah kasus TB di Indonesia menurut laporan WHO tahun 2015, diperkirakan ada 1 juta kasus TB baru pertahun (399 per 100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian pertahun (41 per 100.000 penduduk). Diperkirakan 63.000 kasus TB dengan HIV positif (25 per 100.000 penduduk).Secara nasional perkiraan prevalensi HIV diantara pasien TB diperkirakan sebesar 6,2 %.Jumlah kasus TB- RO diperkirakan sebanyak 6700 kasus yang berasal dari 1,9 % kasu TB-RO kasus baru TB  ada 12 % kasus TB-RO dari TB dengan pengobatan ulang.

RS Jiwa Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu RS yang telah menjalankan upaya program penanggulangan TB dan HIV sejak tahun 2013 hingga saat ini.  Pada pasien dengan gangguan jiwa memiliki karakteristik yang unik, seringkali mereka gelisah, tidak kooperatif, tidak mampu bertanggungjawab terhadap diri sendiri, kadang diasingkan, sehingga untuk penanganan masalah TB diperlukan kerjasama yang baik dengan pihak keluarga dan faskes yang akan melanjutkan pengobatan setelah pasien pulang dari Rumah Sakit. Demikian pula dengan penanganan HIV di RS Jiwa, dengan adanya pengembangan pelayanan untuk rehabilitasi NAPZA, tidak menutup kemungkinan kasus HIV yang ditangani di RSJ akan meningkat.

Narasumber pada pertemuan Penguatan Program Nasional ini adalah dr. Sri Wening Pamungkasningsih, Sp.P., (Dokter Spesialis Paru RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung) dr. Yudi Nugraha (Dokter Umum RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung), Umum Rusmana, A.Md., (Penanggungjawab Mikrobiologi RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung), Rika Rostikawati, A.Md. (Pelaksana Tk. 2 Mikrobiologi RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung), Ahmad Mutohir, A.Md. (Pengadministrasi Pelaksana IRJ RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung).

Semoga dengan terlaksananya pertemuan Penguatan Program Nasional ini para peserta mampu memahami Program Kolaborasi TB – HIV, mampu melakukan penemuan kasus, mendiagnosis dan melakukan tatalaksana sesuai standar TB – HIV di Rumah Sakit, dan mampu membantu meningkatkan mutu pelayanan TB – HIV di Rumah Sakit.