Berdamai Dengan Diri Sendiri

 

Disusun oleh : Ns. Winda Ratna Wulan.,M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.J

Kehidupan memiliki tantangannya masing-masing, setiap orang pasti pernah merasakan berbagai pengalaman pahit dalam kehidupannya, kehilangan orang-orang yang dicintai, perpisahan, masalah pekerjaan, terkena penyakit dan masalah-masalah lainnya yang bisa jadi menyebabkan kesedihan, penyesalan dan kecemasan dalam waktu yang cukup lama. Pengalaman-pegalaman negatif tersebut sering kali menuntun seseorang untuk berandai-andai dengan kalimat...”seandainya dulu aku tidak begini....seandainya dulu aku melakukan itu....dan seandainya-seandainya lainnya.

Berandai-andai tidak menjadikan masalah terselesaikan bahkan boleh jadi kalimat-kalimat penyesalan tersebut begitu melekat pada diri kita dan sulit untuk dilepaskan meskipun terkadang dengan alasan rasional. Akibatnya kita menjadi pribadi yang di borgol oleh masa lalu, sulit untuk mencari jalan keluar pada saat ini, dan sulit untuk melangkah kedepan. Hal tersebut menjadikan diri kita menjadi pribadi yang penuh dengan tekanan dan merasa tidak bahagia, dan boleh jadi pada akhirnya menyebabkan gejala-gejala fisik maupun mental emosional.

Bagian terpenting dari melepaskan penyesalan adalah dengan cara berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan diri sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi psikis dan spiritual yang tenang. Tentu saja bukan suatu proses yang mudah dan instant akan tetapi merupakan suatu pilihan yang akan kita jalani seumur hidup kita. Bila kita dapat melakukannya, maka hadiahnya adalah kehidupan yang lebih tenang, lebih bahagia dan lebih positif kedepannya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk berdamai dengan diri sendiri antara lain:

  1. Hiduplah Pada Saat Ini

Bila kita terjebak pada pengalaman masa lalu yang menimbulkan penyesalan maka harus diingat bahwa masa lalu adalah sejarah yang tak dapat diubah dengan cara apapun, sedangkan bila kekhawatiran akan masa depan kita alami saat ini, ingatlah bahwa sesuatu yang terjadi di masa depan adalah misteri. Saat ini adalah hadiah yang sedang kita alami dan manfaatkan sebaik-baiknya.

 

  1. Menerima Diri Sendiri

Manusia merupakan makhluk yang bertumbuh dan berkembang secara unik. Menerima yang telah Tuhan berikan dengan penuh keikhlasan. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi terkadang manusia banyak berfokus pada kekurangan dari pada memaksimalkan kelebihan yang telah Tuhan titipkan. Jangan ukur garis sukses kita dengan penggaris orang lain. Karena setiap kesuksesan memiliki jalan yang berbeda tak masti serupa.

 

  1. Memaafkan Kesalahan Diri Sendiri

Kesalahan merupakan hal yang wajar dan semua orang pernah melakukannya akan tetapi terkadang diantara kita sulit untuk memaafkan diri sendiri. Berlarut-larut dalam penyesalan tidak akan membuat kita bahagia. Saat ini yang harus dilakukan adalah mengakui kesalahan yang pernah dilakukan dan menjadikan pembelajaran untuk tidak mengulanginya lagi. Ingatlah ketika kecil dulu, kita tidak pernah disebut gagal ketika jatuh saat belajar berjalan, akan tetapi pembelajaran saat jatuh itu membuat kita saat ini dapat berjalan dengan gagah dan tegak. Jadi kalau kita pernah gagal, jangan menyerah dan menyalahkan diri sendiri. Akan tetapi berjuanglah untuk memperbaiki diri. Tidak harus menjadi sempurna akan tetapi teruslah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

 

  1. Lebih Peduli Pada Diri Sendiri

Diri kita adalah teman setia yang hadir dan menemanimu setiap waktu, 24 jam perhari dalam kondisi senang ataupun sedih. Sudah waktunya kita menyenangkan diri kita sendiri. Jangan takut mengeluarkan uang untuk diri sendiri, melakukan perawatan diri, memberikan makanan favorit, membeli baju yang diinginkan, menonton konser musik, atau apapun yang membuat bahagia, tentu saja dengan budget yang terencana.

 

  1. Berani Menolak Hal-Hal yang Membuat Tidak Nyaman

Sudah saatnya saat ini kita berani untuk mempertimbangkan permohonan bantuan dari orang lain. Tanyakan pada hati kecil kita apakah nyaman atau tidak dalam melakukannya. Apabila hati kecil mengatakan tidak, maka kita boleh menolaknya. Belajar mengkomunikasikan apa yang tidak diinginkan dengan cara yang asertif.

 

  1. Cukup Istirahat

Kita harus tau kapan waktunya  untuk berhenti dari setiap aktivitas yang dilakukan. Segeralah beristirahat bila tubuh yang kita cintai ini terasa lelah dan penat. Tubuh punya hak untuk relaks sebelum kembali melakukan aktivitas.

 

  1. Melakukan Kreatifitas Tanpa Batas

Salah satu cara untuk membuat kondisi mental emosional kita lebih baik adalah dengan melakukan hal-hal kreatif. Kreativitas dapat membuat seseorang menerima emosi negatif dan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif.

 

  1. Melakukan kegiatan Spiritual dan Religiusitas

Lakukan kegiatan spiritual seperti meditasi, beribadah dan menerima ketentuan Tuhan dengan hati yang lapang dan percaya bahwa ketentuan Tuhan adalah yang terbaik.

 

Mulai hari ini, yuk kita sama-sama belajar untuk berdamai dengan diri sendiri, mencoba mengerti, memaafkan dan melupakan. Ganti dengan pikiran-pikiran positif. Percayalah bahwa hidup adalah perubahan, tugas kita adalah mengubahnya menjadi lebih baik. Tetap semangat dan optimis. Salam sehat jiwa.