Berita RSJ Jabar

RSJ Provinsi Jawa Barat, turut serta dalam memperingati hari TBC Sedunia. 

Adapun rangkaian acara Senin 26 Maret 2018 Sosialisasi TBC Melalui pantomim TBC Dan Toss TBC bukti komitmen pegawai peduli TBC Penyuluhan TBC bagi pengunjung di rawat jalan Pembagian materi edukasi TBC, Pembagian masker gratis. Rabu 28 maret 2018, Aksi gerakan Toss TBC melalui skreening TBC sehari bagi Pasien dan keluarga / pengunjung rawat jalan dan Seminar peduli TBC bagi pegawai Narasumber : dr. Hedy B Sampurno, M. P. H dan Dinas Kesehatan KB. Bandung Barat. 
Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati pada 24 Maret setiap tahun, dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia. Di Indonesia Tuberkulosis merupakan penyebaban kematian nomor satu di antara penyakit menular lainnya.  Pada tahun yang sama, kasus TBC baru mencapai 1.020.000 pengidap. Angka itu menjadikan Indonesia berada di peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Kemudian, disusul oleh China, Filipina, Pakistan, Nigeria, dan Afrika selatan.
Peringatan HTBS tahun 2018 ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program pengendalian TBC serta menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor. Selain itu, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai upaya penyebarluasan informasi TBC kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terkait dengan pencegahan penularan TBC yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia
Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2018 yaitu “Peduli TBC, Indonesia Sehat” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB). Melalui tema dan aksi ini diharapkan seluruh masyarakat, lintas program dan lintas sektor dapat mendukung program pengendalian TBC dan mampu menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor. Upaya pencegahan dan pengendalian TBC tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, tetapi perlu komitmen multisektoral karena permasalahan terbesarnya justru masalah nonteknis. 26 Maret 2018