Berita RSJ Jabar

MEMPERINGATI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA 2017 “PERLUNYA PENANGANAN STRES AKIBAT KERJA”

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Oktober, Tema yang diambil oleh Kementerian Kesehatan dalam memperingati hari kesehatan jiwa sedunia tahun 2017 adalah  Kesehatan Jiwa yang Prima Mewujudkan Produktifitas Kerja dan Kesejahteraan Keluarga” Mental Health in Work Place,  

Adapun rangkaian acara yang diselenggarakan Kemenkes RI diantaranya Konferensi Nasional Psikiatri, Komunitas-Lomba Menulis Artikel-Seminar,  Pemeriksaan Jiwa, Temu Bloge, Temu Medi, Senam dan Launching Layanan Keswa, Porkesremen diakhiri acara Atma Wimala Festival KPSI Bandung 21 Oktober 2017

Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat dr. Rr. Endang Noersita D, MPH  menghimbau kepada seluruh Pegawai di Provinsi Jawa Barat agar mendukung penanggulangan masalah kesehatan jiwa, terutama di tempat kerja. Tempat kerja berpotensi menyebabkan seseorang menderita stres.

“Saya menghimbau kepada seluruh pegawai RSJ Provinsi Jawa Barat dan Pegawai di Lingkungan  Provinsi Jawa Barat agar mendukung masalah kesehatan Jiwa dengan melakukan senam sehat, deteksi dini gangguan jiwa, melakukan pemeriksaan mental dan fisik secara rutin.” Kata Direktur pada saat Apel Pagi (10/10)

 “Masalah kesehatan mental pegawai menjadi fokus utama dimana stres di tempat kerja tidak dapat dihindari begitu saja oleh pegawai. Kondisi  ini mempengaruhi performa kita pada saat bekerja. Sehingga perlu perhatian khusus. Hal ini tentu dapat  mempengaruhi kinerja dan hubungan terhadap masyarakat ” tambah Direktur RSJ

Selain itu menurutnya  banyak sekali hubungan antara stres dan tempat kerja, di mana biasanya orang mengalami stres akibat pekerjaan yang terlalu berat bebannya, hal ini mengakibatkan kesehatan jiwa terganggu, masalah kesehatan jiwa seperti depresi, stres, dan cemas, tentu tidak bisa bekerja dengan maksimal di tempat kerja. Dampak dari kondisi ini akan mempengaruhi kualitas hidup, sekaligus kualitas pekerjaan orang.

Stres terkait pekerjaan biasanya diakibatkan ritme kerja yang tinggi, tekanan waktu, kurang jelasnya penerapan aturan, pekerjaan tidak stabil, jam kerja panjang.

Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat menegaskan upaya yang perlu dilakukan untuk mengurangi stres kerja yang mempengaruhi mental pegawai, meningkatkan kompetensi dalam bekerja diantaranya perlu perubahan jam kerja, adanya kegiatan outbond, jiwa korsa, family gathering workplace.

Selain itu stres kerja juga bisa dengan memberikan beban kerja yang sesuai dengan kapabilitas dan sumber daya pegawai, memberikan peluang atau kesempatan pada pegawai, menetapkan tanggung jawab yang jelas, memperbaiki komunikasi dan menyediakan interaksi sosial antar pegawai.

 “Mudah-mudahan Kinerja Pegawai RSJ dan pegawai dilingkungan Provinsi Jawa Barat  dapat mengurangi stres dalam kehidupannya”. Kata Direktur RSJ.