Berita RSJ Jabar

RSJ Provinsi Jawa Barat Mendukung Germas

Kementerian Kesehatan RI gandeng blogger dalam mempromosikan hal-hal yang berhubungan dengan pembangunan kesehatan. Dalam hal ini Kemenkes berharap blogger dapat bekerjasama dalam mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan UPT Dinas Provinsi bersama-sama mendukung Germas. Bandung 21 April 2017 Dalam acara Temu Blogger “Urang Bandung Dukung Germas”

GERMAS meliputi kegiatan: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit

GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat; serta Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI drg. Oscar Primadi : Dalam pertemuan ini, Kita jadikan blogger sebagai mitra strategis bagi Kemenkes, sebagai pintu masuk untuk mengembangkan, mengkampanyekan, dan mempromosikan Germas. Terutama hal-hal yang dapat mengubah mind set dan perilaku masyarkat terhadap apa yang kita anggap menjadi kendala di dalam pembangunan kesehatan.

Peranan blogger, sangat penting sekali untuk menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular, seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Begitupun penyakit tidak menular lainnya yang tidak hanya meningkatkan angka kematian, tetapi juga menyebabkan tidak efisiensinya pembangunan ekonomi kesehatan karena pembengkakan biaya akibat penyakit tidak menular seperti gangguan jiwa. RSJ Provinsi Jawa Barat turut serta mempromosikan germas khusu untuk kesehatan jiwa dan penanganannya melalui website dan sosial media.

Keberadaan blogger dapat mengkampanyekan Germas kepada masyarakat yang lebih luas lagi. Selain itu, mencoba menggerakkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Germas harus digerakkan bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat. Intinya, kesadaran Germas harus dilakukan bersama, tidak hanya sadar perorangan. Kita harus sadar, mau, dan mampu untuk meningkatkan kualitas hidup sehat

Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Uus Sukmara menyampaikan Peran Blogger saat ini, pada saat ini, sangat memegang peranan untuk mendukug GERMAS, hal ini ditangkap oleh Kemenkes sebagai mitra strategis, kemudian dengan memilih kota bandung sebagai tempat yang strategis dimana walikota Bandung Ridwan Kamil, sudah menajdi model yang sangat pas untuk momen ini.

Saat ini pergeseran pola penyakit sudah terjadi secara epidemiologis. Dahulu angka kematian akibat penyakit menular yang berbasis lingkungan, seperti DBD dan diare mencapai angka lebih tinggi dibandingkan angka penyakit tidak menular, yakni mencapai di atas 50% . Sekarang justru sebaliknya, angka kematian akibat penyakit tidak menular menjadi paling besar di dalam proporsionalnya. Sehingga kita itngkatkan Perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam mendukung Germas.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung Nina Manarosana menyatakan pihaknya telah memfokuskan kegiatan Germas di Kota Bandung. Kegiatan difokuskan di antaranya pada cek kesehatan dan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak menular (Bindu PTM).

Pada Pos Bindu PTM, akan dilakukan tes darah, tinggi badan, lingkar perut, serta pelayanan pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Semuanya dilakukan tanpa pungutan biaya.

Masyarakat Kota Bandung, banyak diketahui menderita penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sedari awal, namun mereka berobat ketika parah. Sementara anggaran untuk kesehatan terus meningkat, pada 2008 sebesar 8 miliar, 2016 sebesar 67 miliar, dan 2017 disediakan 120 miliar. Melalui program Germas masyarakat dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan menggunakan sebagian besar anggaran untuk upaya preventif.

 

Melalui Germas ini diharapkan masyarakat Kota Bandung yang sehat bisa menjaga kesehatannya, dan yang sakit dapat segera melakukan cek kesehatan

Oleh karenanya setiap tusi pemerintah dengan fungsi kesehatan, mewajibkan mendukung Germas. Dimana dijelaskan dalam dengan

Intruksi Presiden No 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini diwujudkan melalui : 

1. Peningkatan aktivitas fisik;

2. Peningkatan perilaku hidup sehat;

3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi;

4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit;

5. Peningkatan kualitas lingkungan; dan

6. Peningkatan edukasi hidup sehat.

 

Arahan kepada Gubernur :

1. Menyusun dan menetapkan kebijakan daerah yang diperlukan untuk pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di wilayahnya

2. Melakukan fasilitasi, koordinasi, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di kabupaten/kota di wilayahnya

3. Melaporkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat kepada Menteri Dalam Negeri.

 

Indonesia mencanangkan bebas pasung 2017, sebagaimana disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bahwa, “hingga Desember 2017 Indonesia akan bebas kasus pemasungan orang sakit jiwa. Semua dinas sosial di kawasan yang terdata banyak kasus pemasungan sudah diperintahkan untuk menggiatkan upaya ini” . Hal ini tentunya tidak terlepas dari tinggi Angka pasung di Indonesia, Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 menunjukkan bahwa gangguan jiwa berat yang pernah dipasung sebesar 14,3 persen. Tindakan pemasungan dilakukan secara tradisional dengan menggunakan kayu atau rantai pada kaki, tetapi juga tindakan pengekangan yang membatasi gerak, pengisolasian, termasuk mengurung dan penelantaran, yang menyertai salah satu metode pemasungan (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Persentase Rumah Tangga yang Memiliki ART Gangguan Jiwa Berat yang Pernah Dipasung menurut Provinsi seperti

Gangguan jiwa merupakan bentuk dari penyimpangan perilaku akibat adanya distorsi emosi sehingga ditemukan ketidakwajaran dalam bertingkah laku yang diakibatkan oleh menurunnya semua fungsi kejiwaan, yang meliputi proses berfikir, emosi, kemauan, dan perilaku psikomotorik, termasuk bicara. Ada beberapa faktor umum yang membuat seseorang mengalami gangguan jiwa, diantaranya pertama, faktor ekonomi yang biasanya terjadi karena adanya kesulitan dalam perekonomian keluarga maupun dirinya sendiri. Kedua, faktor budaya, dengan adanya aturan-aturan dalam masyarakat yang tidak sesuai dengan pola pikirnya. Ketiga, faktor keturunan, hal ini berawal dari adanya faktor genetik dari keluarganya yang akan menjadi pemicu terbentuknya gangguan jiwa. Keempat, faktor keluarga, yakni adanya. konflik didalam keluarga itu sendiri, adanya diskriminasi yang dialaminya ketika berada didalam lingkup keluarganya juga dapat memicu seseorang mengalami gangguan jiwa.

Oleh karena itu mari kita laporkan Pasien Gangguan Jiwa yang terpasung melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Sosial Provinsi Jawa  Barat melalui Dinas Sosial Kabupaten/Kota serta melalui Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Jl. Kolonel Masturi Km. 7 Cisarua Kab. Bandung Barat.

RSJ Provinsi Jawa Barat merespon indonesia bebas pasung ini dengan penjemputan, perawatan dan pemulangan kepada pendamping saat pasien saat tiba dirumah.